Aku Dibesarkan oleh Para Tuan Besar Menjadi Kesayangan Kelompok

Aku Dibesarkan oleh Para Tuan Besar Menjadi Kesayangan Kelompok

Penulis: Gunung Li Shan yang Ditinggalkan oleh Sembilan Ombak
13ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Kabar pun tersebar di kalangan masyarakat Kyoto: putri sulung keluarga Huo, yang sejak kecil dikenal rapuh dan lemah, telah kembali! Konon, sang putri—karena dibesarkan di Jiangnan—berwatak halus, ber

Pewaris kekayaan miliaran yang meninggal secara mendadak

        Hujan gerimis di bulan Maret membasahi bunga aprikot, rerumputan tumbuh panjang, burung-burung pun terbang riang.     Di bawah pohon persik di sanatorium Taohuayuan, duduklah seorang gadis muda.     Parasnya teramat elok.     Keindahan seorang jelita, bukan sekadar kulit, melainkan terpahat pada tulangnya. Kecantikannya memancar dari dalam, seolah tertanam di sumsum raganya.     Sepasang mata bening berkilau, menyimpan riak cahaya yang memesona. Bibir tipis berwarna merah muda terkatup samar, seolah tengah dilanda kerisauan.     Tentu saja, andai dapat mengabaikan gurat kemurungan yang dalam di dasar matanya.     Xiao Qi kembali dari sanatorium membawa selimut, dan mendapati Nona Huo kembali melamun.     Ia menghela napas, lalu menghampiri dan menutupi kaki Huo Qiyue dengan selimut itu. Ia membujuk, “Nona Huo, tubuh Anda lemah, baru saja hujan dan udara dingin seperti ini, sebaiknya Anda beristirahat di dalam kamar.”     Sudut bibir Huo Qiyue melengkung tipis, namun rona wajahnya yang pucat dan sorot matanya yang letih justru menambah kesan rapuh nan mengundang iba.     Ia berdeham pelan, suara yang perlahan diselimuti keputusasaan, “Xiao Qi, kau tahu aku tak suka terkurung di dalam ruangan.”     Mendengar itu, hati Xiao Qi semakin diliputi rasa sayang.     Namun yang tidak diketahui Xiao Qi adalah, di balik sikap ‘aku lemah lembut, rapuh, gadis sakit nan jelita’ yang ditampilkan, usai berkata demikian, Huo Qiyue diam-diam bersorak dalam hati.     Sungguh, kepiawaiannya berakting tiada tanding!     Dalam hatinya ia mengacungkan 66 jempol untuk diri sendiri.     <

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait