Menyaksikan dosa bermekaran

Menyaksikan dosa bermekaran

Penulis: Anjing Bermulut Dua
15ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
52bab Capítulo

Cahaya selalu mengira dirinya yang tercepat berlari, namun kenyataannya tidak demikian; kegelapan selalu lebih dahulu menantinya di depan. Aku menamai kisah ini “Melihat Dosa yang Bersemi” karena aku

Kata Pengantar

Menutup mata berarti tenggelam dalam kegelapan tanpa batas, dan ketika mata terbuka pun, cahaya tetap tak tampak di hadapan.
Dunia berkembang sedemikian pesat, namun di balik gemerlapnya tetap tersembunyi kemiskinan; di balik keteraturannya, masih terpendam kekotoran.
Mata manusia begitu mudah menipu—melihat sisi terang, maka sisi gelap pun tersembunyi; menatap sisi gelap, justru sisi teranglah yang luput dari pandangan.
Dosa bisa jadi sekuntum bunga nan memesona, sementara kebaikan barangkali hanya taring berbisa dari seekor ular.
Aku tak pernah berhenti menelusuri gelap, menggenggam setitik cahaya yang belum sempat dilahap kegelapan, menyorotkan sinarnya pada setiap celah di hadapanku. Di sana, kulihat laba-laba tengah meraba jalan dalam gulita, dan aku berusaha mengikuti jejak langkahnya. Walau jalanan terjal penuh rintangan, aku akan tetap setia menapaki jejaknya.
Cahaya menganggap dirinya melaju paling cepat, namun sesungguhnya tidaklah demikian—sebab kegelapan senantiasa lebih dahulu menunggu di ujung depan. Judul yang kuambil, “Melihat Dosa Sedang Berbunga”, adalah harapanku untuk dapat menyingkap setiap kejahatan yang terkubur di bawah tanah.
Setiap manusia memendam sisi gelapnya sendiri, maka buah dari dosa pun tumbuh demikian dekat dengan kita—mungkin bahkan di sekitar kita.
Penyimpangan dalam jiwa manusia bukanlah suatu kebetulan, melainkan dorongan dari lubuk batin.
Kisah-kisah yang diangkat dalam buku ini bersumber dari kejadian nyata di sekitar kita, dengan beberapa perubahan. Nama-nama tokoh dan tempat sengaja disama

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait