Bab 5 Gu Mingzhe Menyukai Pria

Casando-se com o Diretor Estéril, a Grávida Mimada Eleva Toda a Família Nan Nan voltou para casa. 2529kata 2026-08-03 11:28:11

"Bibi Cuihua ternyata berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri. Ini... ini benar-benar skandal yang menggemparkan!"

Bagus, bagus sekali. Jadi dia berani menjelek-jelekkan di belakang? Si tua bangka itu sudah tamat.

"Bu, Paman Kedua, Bibi Kedua, aku pulang dulu untuk memasak," seru Shen Qingge kepada mereka semua. Ia berbalik dan berjalan menuju rumahnya. Saat melewati ladang milik Liu Cuihua, ia sengaja mengeraskan suaranya, "Bibi Cuihua, kenapa kau terus menempel di dekat Kakek Junmin setiap hari? Jangan-jangan kalian punya hubungan khusus, ya?"

Liu Cuihua, yang melihat Shen Qingge dari jauh, tadinya sibuk mengumpat dalam hati menyebutnya sebagai perempuan penggoda. Kini, mendengar ucapan Shen Qingge, wajahnya pucat pasi. Ia berlari cepat menghampiri Shen Qingge dengan raut wajah penuh ketakutan.

"Shen Qingge, jangan asal bicara!"

"Apakah aku asal bicara atau tidak, kau sendiri yang tahu. Jika berani memaki aku lagi, aku tidak bisa menjamin siapa lagi yang akan mengetahui rahasia ini," Shen Qingge mengangkat alisnya, memberikan ancaman yang nyata.

Kepanikan melintas di mata Liu Cuihua. Ia hanya bisa mengumpat dalam hati.

Shen Qingge memperhatikan raut wajahnya yang semakin menegang, "Kau masih mengumpatku? Baiklah, kalau begitu aku akan berteriak agar semua orang tahu tentang kebusukan keluargamu itu."

Saat ia hendak berteriak, Liu Cuihua menjadi panik dan ketakutan. Ia heran, bagaimana mungkin gadis itu bisa tahu isi pikirannya?

"A-aku tidak akan memaki lagi. Tidak akan pernah lagi, bahkan dalam hati pun tidak. Apa yang kau inginkan dariku?" Liu Cuihua tidak percaya Shen Qingge akan melepaskannya begitu saja.

"Pergilah dan beri tahu semua orang bahwa Gu Mingzhe..." Shen Qingge berbisik pelan di telinga wanita itu.

Liu Cuihua terbelalak saat mendengarnya, "Apa itu benar? Bagaimana mungkin Gu Mingzhe melakukan hal seperti itu?" Itu sama sekali bukan kelakuan seorang pria normal. Pantas saja Gu Mingzhe melepas wanita cantik seperti Shen Qingge, ternyata dia menyukai yang seperti itu.

Shen Qingge memelototinya, "Lakukan saja apa yang kuperintahkan."

Pada hari pertama ia bertransmigrasi, Shen Qingge mengalami sebuah mimpi. Lebih tepatnya, itu adalah kenangan penuh penyesalan dari pemilik asli tubuh ini.

Dalam mimpi itu, Gu Mingzhe menjalin hubungan dengan putri seorang pejabat tinggi, lalu dengan tidak sabar memulangkan istrinya yang setia demi membatalkan pernikahan. Selama lima tahun, ia hanya memberi lima ratus yuan untuk membiayai ibu kandungnya, itu pun berupa surat utang.

Selama lima tahun itu, gaji Gu Mingzhe habis digunakan untuk bersenang-senang dengan sang putri pejabat, hingga kantongnya lebih bersih daripada wajahnya.

Saat pemilik asli menolak membatalkan pernikahan, Gu Mingzhe dengan kejam menyebarkan rumor bahwa istrinya berselingkuh. Cacian orang luar membuat pemilik asli yang memegang teguh nilai tradisional merasa bersalah. Ditambah lagi, ibu Gu Mingzhe terus menghasut bahwa putranya sedang diincar oleh putri pejabat tinggi dan akan memiliki masa depan cerah jika mereka bersama.

Akhirnya, karena rasa cinta dan bersalah, pemilik asli setuju untuk bercerai demi kebahagiaan Gu Mingzhe.

Namun, pada hari pernikahan Gu Mingzhe, putri pejabat itu entah bagaimana mengetahui keberadaan mantan istrinya. Karena merasa jijik, ia menyewa orang untuk merusak kehormatan pemilik asli.

Pemilik asli akhirnya mengakhiri hidup karena malu dan putus asa. Kematiannya tidak membuat Gu Mingzhe sedih, justru merasa lega.

Mengingat keluarga Shen pernah berjasa padanya, ia merasa harus membantu mereka agar tidak dicap sebagai orang yang tidak tahu terima kasih. Namun, karena kondisi ekonominya yang sulit, kehadiran Shen Qingge dianggap sebagai beban yang terus mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam.

Setelah kepergian Shen Qingge, ibunya menangis hingga buta, adiknya menjadi tidak berguna, dan keluarga Gu tidak