Bab 7 Pembunuh Jalanan

Kupu-kupu Terlarang Hao Ran 1296kata 2026-02-08 23:43:09

"Antarkan aku ke rumah sakit."

Karena aku sudah memergoki pasangan tak tahu malu itu sekali, maka tak ada salahnya jika aku memergoki mereka untuk kedua kalinya.

Jika dia bisa tetap bersih meski berada di lingkungan kotor, untuk apa aku harus peduli?

"Aku tidak terbiasa menjadi sopir orang lain, kamu saja yang mengemudi."

Mendengar dia berkata begitu, aku langsung merasa tidak enak.

Memang aku sudah punya SIM.

Tapi kemampuan mengemudiku sangat buruk.

Biasanya aku tidak akan pernah mau mengemudi sendiri kecuali terpaksa.

Aku tersenyum canggung, "Aku tidak terlalu bisa menyetir, kalau Tuan Zhou juga tidak bisa, aku bisa coba saja."

Mana mungkin Zhou Huaijin tidak bisa menyetir.

Kebetulan hari ini dia juga tidak membawa sopir.

Ditambah lagi dengan sikapnya di toko gaun pengantin tadi, membuatku sedikit merasa ia memang sengaja datang untukku?

Melihat dia mengangkat alis mengisyaratkan agar aku duduk di kursi pengemudi, aku pun tidak banyak ragu lagi.

Bagaimanapun juga, kalau aku terlambat, pasangan itu pasti akan kabur.

Aku pun dengan cepat menyalakan mobil, tapi baru melaju tak sampai satu meter.

Ekspresi Zhou Huaijin langsung berubah kaget.

Mobil berjalan tersendat-sendat di pinggir jalan raya yang lebar, sungguh konyol.

Awalnya kukira Zhou Huaijin akan membatalkan niatnya membiarkanku mengemudi, tapi ternyata dia justru menatapku dengan penuh minat, satu tangan menyangga kepalanya, ujung bibirnya terangkat sedikit.

Menertawaiku?

Baiklah, silakan saja.

Tiba-tiba aku kehilangan kendali, kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam, ekspresi Zhou Huaijin langsung berubah, mobil melaju kencang menuju taman di pinggir jalan.

Terdengar suara benturan keras.

Tabrakan!

Kepalaku membentur setir dengan keras, rasanya begitu sakit, air mataku langsung tumpah deras.

Sejak kecil aku memang mudah menangis, sedikit saja terluka pasti menangis tak henti-henti.

Zhou Huaijin jelas sangat terkejut dengan tindakanku barusan, wajahnya kini berubah gelap dan serius, sorot matanya datar, tak bisa ditebak apa yang ia rasakan.

Apa dia marah?

Toh tadi dia yang menyuruhku mengemudi.

Aku juga tak menyangka mobilku bisa seburuk ini, dari dahiku mengalir cairan hangat.

Ketika kusentuh, tampak cairan merah gelap menetes perlahan dari keningku.

Zhou Huaijin membuka pintu pengemudi, menarikku keluar dan membaringkanku di kursi penumpang.

"Apa kamu sedang mengerjaiku? Hah?"

"Seorang putri keluarga Shen, ternyata bahkan tidak bisa menyetir!"

"Sabuk pengaman saja tidak dipasang, kamu mau menabrakkan diri sampai mati?"

"Kemampuan menyetirmu hari ini benar-benar membuatku tercengang."

Nada bicaranya tajam, jelas ia sedang kesal.

Sudah merasa sakit, kini dibentak Zhou Huaijin, aku jadi tak sanggup menahan diri lagi.

Aku langsung menangis keras.

"Kamu sendiri yang menyuruhku menyetir, sekarang malah menyalahkanku. Aku sudah bilang aku tidak bisa menyetir, memang ada aturan kalau anak orang kaya harus bisa mengemudi? Aku sudah bertahun-tahun tidak menyentuh mobil!"

"Mobilmu rusak, aku bisa ganti rugi. Kamu ketawa apa, aku sudah cukup sial hari ini, diselingkuhi, sekarang malah dimarahi, memang tidak ada satu pun laki-laki yang baik!"

Melihat aku menangis sekeras itu, dia mengatupkan bibir, nadanya melunak.

Sesaat, aku seperti melihat rasa iba di matanya.

"Sudahlah, jangan menangis. Sini."

Aku mendekat, dia membersihkan darah di dahiku dengan tisu basah yang bersih.

Lalu ia meniup pelan luka di dahiku.

Ia tersenyum sinis.

"Awalnya kita mau ke rumah sakit buat memergoki perselingkuhan, sekarang semua rencana berubah."

Aku hanya memanyunkan bibir, menatapnya lekat-lekat.

Sepertinya dia berbeda dengan Zhou Huaijin yang selama ini kukenal.