Jogador Chega, Não Quero Mais Ser o Líder da Seita

Jogador Chega, Não Quero Mais Ser o Líder da Seita

Penulis: Água de remo
8ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
25bab Capítulo

Sinopse Reencarnado como o líder do Clã Xuánxiāo, Gu Nianheng descobre que o clã está tão pobre que mal consegue sobreviver, os anciãos estão todos tramando algo pelas costas e o clã vizinho observa

Volume Satu: Danau Qingyang Versi 1.0 Bab Pertama, Pemain dalam Bendera Jiwa

Padepokan Xuansiao
Rapat Besar Padepokan.
Gu Nianheng duduk tegap di kursi pemimpin, jubah hitamnya terjatuh dengan anggun, tatapan matanya yang dingin menyapu kerumunan di bawah tangga.
Di bawah, di atas arena duel yang masih berdebu, Xu Shuming berlutut setengah badan, bibirnya mengeluarkan darah, baju birunya penuh debu, pedang panjang yang dipegangnya sudah patah menjadi dua.
Sementara lawannya—seorang murid luar biasa bernama “Memukul Kotoran Tengah Malam”—hanya terengah-engah sedikit, pisau pendek di tangannya masih berkilauan dingin tanpa tanda menyerah.
“Memukul Kotoran Tengah Malam menang!” seorang sesepuh padepokan mengumumkan dengan suara lantang, nada suaranya menyiratkan sedikit keterkejutan yang sulit disembunyikan.
Kerumunan di bawah langsung gempar.
“Kakak senior Xu... ternyata kalah?”
“Bahkan kalah telak! Siapa sebenarnya orang itu?”
“‘Memukul Kotoran Tengah Malam’? Nama itu kok seperti asal comot saja?”
Xu Shuming perlahan mengangkat kepalanya, matanya penuh dengan ketidakpuasan dan kebingungan.
Dulu dia adalah yang terkuat di tahap Latihan Energi di Pintu Sungai Jernih, tapi kini kalah dengan sangat telak.
Dan orang yang mengalahkannya itu bahkan tidak memandangnya sekali pun, hanya berbalik dingin dan turun dari arena.
Tatapan Gu Nianheng tertahan sejenak pada sosok “Memukul Kotoran Tengah Malam”, ada kilatan makna dalam matanya—
“‘Pemain’ dari kampung halaman sendiri memang kualitasnya berbeda, baru main game ini seminggu (setara tiga tahun di dunia ini), sudah mencapai puncak taha

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait