Bab 115 Mereka Semua Yatim Piatu
Pegunungan tempat para anggota Badai Bintang dilatih sangatlah keras. Bao Sha dulunya adalah seorang tentara bayaran. Ketika pertama kali tiba di Tiongkok, ia pernah dibantu oleh wakil sekretaris partai kota. Karena itu, Bao Sha tetap berada di sisinya demi membalas budi.
Namun, ia dan Xing Luo menjalin persahabatan melalui adu tinju. Keduanya saling mengagumi, terlebih Bao Sha menaruh rasa hormat kepada pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun itu.
“Seratus anggota Badai Bintang ini cukup bagus. Kondisi fisik mereka hampir menyamai para pendekar, dan yang paling penting adalah keberanian berdarah panas dalam hati mereka!” ujar Xing Luo sambil memandangi seratus anggota Badai Bintang di hadapannya dengan senyum lebar.
Bao Sha mengangguk. Demi melatih kelompok ini, dalam waktu singkat ia telah menemukan seratus anak yatim. Mereka tidak memiliki ayah maupun ibu; sebagian diselamatkan dari tangan para pedagang manusia, sementara yang lain ditemukan di jalanan.
Bagi seratus anggota Badai Bintang itu, Bao Sha tak ubahnya ayah kandung.
“Mereka semua anak yatim.” Suara Bao Sha yang agak serak terdengar di telinga Xing Luo.
Mendengar itu, hati Xing Luo terguncang. Ia terdiam sejenak, lalu tersenyum getir. Dengan tatapan teguh, ia memandang seratus anggota Badai Bintang tersebut, kemudian berteriak sekuat tenaga, “Begitu kalian memilih jalan ini, tidak ada jalan untuk kembali. Apakah kalian bersedia?”
“Bersedia!”
Seratus suara lantang mengguncang langit dan bumi, bergema di seluruh pegunungan hingga binatang-binatang buas pun seakan gemetar mendengarnya. Di antara seratus suara itu ada suara laki-laki dan perempuan, tetapi semuanya telah berusia lebih dari dua puluh dua tahun.
Mereka semua telah ditempa oleh kerasnya lapisan masyarakat paling bawah. Keteguhan, harapan untuk bertahan hidup, sifat keras kepala, dan kegigihan terpancar jelas dari mata mereka. Mereka tahu bagaimana mengandalkan diri sendiri dan memaksa diri untuk tetap hidup dengan tegar.
“Apakah kalian takut mati?” Xing Luo merasa seolah-olah sedang berada di tengah kamp pelatihan. Matanya sedikit memerah saat ia kembali berteriak.
“Tidak takut!”
Sekali lagi, seratus suara menjawab dengan serempak.
Suara Luo terdengar agak serak. Senyum indah tanpa sengaja terbit di sudut bibirnya ketika ia berkata, “Jangan pernah meragukan potensi kalian sendiri. Orang biasa membutuhkan waktu seminggu, bahkan sebulan, untuk menjadi pendekar. Namun, kalian hanya membutuhkan satu hari!”
“Benar, hanya satu hari. Hari ini, aku akan melatih kalian secara menyeluruh di sini. Aku akan mengajari kalian teknik membunuh, menyusup untuk membunuh, melakukan pembunuhan, serta memberikan perawatan dasar.” Xing Luo tersenyum dan melanjutkan, “Tepatnya, kita hanya punya enam jam, karena malam ini aku akan membawa kalian ke suatu tempat untuk menjalani pertarungan sungguhan.”
Begitu Xing Luo selesai berbicara, Xu Xiangzi dan yang lainnya memandangnya dengan tatapan tak percaya. Ucapannya jelas bermaksud membawa para anggota Badai Bintang ikut serta dalam operasi untuk memusnahkan Perkumpulan Batu Merah malam itu.
Melihat keteguhan dalam tatapan semua orang, Xing Luo tersenyum dan berkata, “Baiklah. Kalau begitu, sekarang larilah mengelilingi pegunungan ini satu putaran. Jangan remehkan putaran ini. Dalam perjalanan, mungkin saja kalian bertemu babi hutan atau bahkan harimau. Tidak ada yang tahu.”
“Karena hari ini adalah hari pertama aku melatih kalian, aku akan memberi pengecualian. Jika kalian berada dalam bahaya, aku akan membantu kalian melewatinya.” Ekspresi Xing Luo perlahan berubah serius. “Namun, ingatlah, kalian hanya memiliki enam jam. Setelah itu, dalam setiap operasi, hidup atau mati kalian akan sepenuhnya bergantung pada kemampuan bertarung kalian.”
“Siap!”
Seratus anggota Badai Bintang menjawab dengan lantang. Sesaat kemudian, mereka berpencar dan mulai berlari secepat mungkin.
Meskipun Xing Luo baru berusia lima belas atau enam belas tahun, dari segi wibawa, ia terasa seperti seorang lelaki tua yang telah melewati banyak pergulatan hidup.
“Bao Sha, susul mereka dan lindungi mereka. Kau paham pertempuran di hutan, bukan?” Xing Luo menoleh kepada Bao Sha sambil tersenyum.
“Ketika masih menjadi tentara bayaran, pertempuran di hutan adalah jenis operasi yang paling sering kujalani.” Sudut bibir Bao Sha sedikit terangkat, seolah-olah ia kembali ke medan perang yang dipenuhi asap mesiu dan darah.
Luo tersenyum tipis, lalu menoleh kepada Li Zhen dan yang lainnya. “Kalian pulanglah lebih dulu dan bersiap untuk operasi malam ini. Sore ini aku akan tetap di sini untuk melatih mereka.”
“Aku tidak akan pulang. Aku juga ingin berlatih di sini agar bisa lebih cepat menembus tahap akhir tingkat pascalahir,” ujar Xu Xiangzi tiba-tiba.
Xing Luo sedikit mengernyit, lalu mengangguk kecil. “Kalau begitu, berhati-hatilah. Jika terluka, tinggalkan jejak agar aku bisa menemukanmu.”
Setelah itu, Xing Luo berkata kepada Li Zhen dan yang lainnya, “Kalian pulanglah lebih dulu.”
“Baik, baik! Cepat, cepat pergi! Sial, aku tidak mau tinggal di sini semenit lebih lama. Tempat ini terlalu mengerikan!” Mendengar itu, Xu Zhi segera mengangguk-angguk dengan penuh semangat.
“Di luar juga tidak ada urusan untukku, jadi aku akan tetap di sini. Aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh agar kelak bisa membantu pemimpin.” Xiang Feiteng menggelengkan kepala dan tersenyum polos.
Xing Luo mengangguk tanpa mencegahnya. Ia tahu Xiang Feiteng adalah seorang maniak bela diri. Xiang Feiteng tak pernah mengeluh lelah, bahkan jika harus menanggung penderitaan. Tempat latihan sebagus ini, ia pasti rela tinggal di sini selama sebulan.
Pada akhirnya, Li Zhen dan tujuh orang lainnya meninggalkan pegunungan.
Xing Luo memasukkan tangannya ke dalam saku. Ia menyalurkan sedikit tenaga dalam ke sebuah cincin kuno, lalu mengeluarkan tiga botol kecil.
“Ini pil penawar racun. Jika ada yang digigit ular berbisa atau kalajengking, minumlah satu pil. Racunnya akan ternetralisasi dan kalian tidak akan lagi terganggu oleh bisa hewan tersebut. Jika ada anggota Badai Bintang yang terkena racun, berikan satu pil kepadanya.”
Bao Sha tidak bersikap sungkan kepada Xing Luo. Sebagai mantan tentara bayaran, wawasannya sangat luas. Ia tahu ada jenis pil yang, setelah diminum satu kali, dapat menghilangkan racun hewan apa pun dari tubuh seseorang setidaknya selama setahun.
“Pemimpin, pil kuning sekecil ini benar-benar sehebat itu?” Xiang Feiteng mengambil salah satu botol kecil. Di dalamnya hanya terdapat sekitar belasan pil. Ia bertanya dengan ragu.
“Jangan meremehkan pil sekecil itu.” Xing Luo tersenyum. “Kandungan di dalamnya sangat banyak. Satu pil kecil ini dapat melindungi seseorang dari racun hewan apa pun selama dua tahun.”
“Wah, sehebat itu?” Mata Xiang Feiteng berbinar saat memandangi botol kecil tersebut. Ia membuka tutupnya, mengambil satu pil, lalu menelannya. “Aku tidak merasakan apa-apa. Rasanya juga agak pahit.”
Mendengar itu, Xing Luo hanya bisa tertawa getir. “Kau tidak sedang keracunan, tentu saja tidak akan merasakan apa-apa. Jangan meminumnya terlalu banyak. Satu pil saja sudah cukup. Jika ada anggota Badai Bintang yang keracunan, berikan satu pil kepada mereka.”
Xu Xiangzi juga mengambil satu pil, memasukkannya ke mulut, lalu menelannya perlahan. Ia mengedipkan mata indahnya dan bertanya, “Dari mana kau mendapatkan benda-benda ini?”
“Diberikan oleh seorang teman yang bekerja dalam penelitian.” Semua pil dan benda semacam itu dibuat oleh Yu Zun. Saat sedang senggang, Xing Luo juga mengambil beberapa dari tempatnya.
“Kalau begitu, mari kita mulai. Bagaimana kalau kita lihat siapa yang berhasil menyelamatkan paling banyak anggota? Yang kalah mentraktir makan, setuju?” ujar Xu Xiangzi dengan senyum lebar.
“Tidak masalah.”
Ketiganya pun menyetujuinya.