Bab 5: Tak Tahan di Hati
Waktu menunjukkan pukul delapan tepat ketika Lin Zijin datang sesuai janji, dan layar pun segera muncul di ruang siaran langsung.
"Dewi! Dewi!!"
"Akhirnya kau datang juga, dewi pujaanku!"
"Qingqing Zijin, dewi tercantik!"
"Aku mencintaimu, Kak Zijin..."
Begitu Lin Zijin online, ruang siaran langsung pun langsung heboh, dengan barisan komentar yang memenuhi layar.
Melihat komentar-komentar itu, Yang Hao hanya menggelengkan kepala dalam hati.
Tak ada yang baru sama sekali.
Segera, Yang Hao mengirimkan hadiah berupa roket, membuat para penggemar di ruang siaran langsung jadi lebih tenang. Komentar yang tadinya seperti badai, seketika mereda.
Para penonton yang mengenal Yang Hao tahu, saat-saat istimewa telah tiba, sang jagoan akan muncul di panggung.
"Zijin, aku mencintaimu, seperti tikus mencintai beras!"
Di antara komentar-komentar yang berserakan, sebuah komentar berwarna merah melintas, sangat mencolok.
Begitu komentar itu muncul, para penggemar pun tertegun. Mereka kira si Penipu akan melontarkan lelucon cabul atau candaan garing, tak disangka justru memuji sang dewi.
"Hebat, Penipu, kau membuatku kembali tercengang akan betapa tak tahu malunya dirimu."
"Keren, jagoan sungguh tak bisa diremehkan."
"Wah, pujian yang berbeda dari biasanya."
"Tolong berhenti, mataku hampir buta karena kelap-kelip ini..."
Begitu komentar Yang Hao lewat, ruang siaran langsung kembali ramai, banyak yang mencela kelakuan tak tahu malunya Yang Hao.
Menanggapi itu, Yang Hao hanya diam-diam mengacungkan jari tengah.
Dalam keramaian itu, Lin Zijin sudah membuka klien gim Battlegrounds, lalu masuk ke akun miliknya.
Saat itu juga, Yang Hao buru-buru berpindah ke desktop, dan membuka Battlegrounds juga.
Sejak sebelum masuk ke ruang siaran langsung, Yang Hao sudah login ke gim. Begitu ID Lin Zijin menyala di daftar temannya, Yang Hao langsung mengirimkan undangan untuk bermain duo.
"Waduh, Penipu, kau mulai lagi."
"Iri sekali, aku juga ingin punya slot teman sang dewi."
"Selanjutnya, mari kita saksikan dokumenter: Kesekian Kalinya Penipu Bersikeras."
"Jangan coba-coba lagi, Penipu, kau tak akan berhasil."
Saat klien Lin Zijin menampilkan permintaan duo, para penonton yang menyadarinya langsung terpingkal-pingkal.
Pemandangan semacam ini sudah entah berapa kali mereka lihat.
Tapi, setiap kali hasilnya selalu sama.
Benar saja!
Baru saja mereka berpikir begitu, permintaan duo yang dikirim Yang Hao langsung ditolak oleh Lin Zijin.
"Hahaha, sudah kubilang, tak akan berhasil."
"Terimalah saja nasibmu, Penipu."
"Percaya dirilah, kau memang tak bisa!"
"Aih, patah hati lagi."
"Meski iri karena kau punya slot teman dewi Zijin, sekarang mendadak segalanya terasa indah."
"Hehehe, punya atau tidak, hasilnya tetap sama."
Namun, meskipun sudah tak terhitung berapa kali ditolak, Yang Hao tetap tak menyerah.
Ia tak akan pernah tunduk.
Permintaan duo!
Ditolak!
Permintaan duo!
Dito...
Entah sudah berapa kali ia ditolak, ketika Lin Zijin kembali melihat permintaan duo dari Yang Hao, ia teringat pada bayangan suram yang pergi kecewa kemarin, entah kenapa hatinya jadi luluh, lalu ia menekan tombol setuju.
Sret!
Saat para penonton masih menertawakan Yang Hao, tiba-tiba layar siaran langsung berubah, dan karakter laki-laki muncul di layar gim Lin Zijin.
Eh...
Diterima?!
Dalam sekejap, komentar di ruang siaran langsung meledak.
Sejak Lin Zijin mulai siaran, selain Ling Xue'er, Lu Ziqi, dan Shen Muxi, mereka benar-benar belum pernah melihat Lin Zijin bermain tim dengan siapa pun.
Tapi kali ini, dia benar-benar menerima!
Para penonton pun tertegun serempak...
Saat itu, Yang Hao sangat gembira, berteriak girang, "Sayang, aku sudah tahu kau mencintaiku!"
Baru saja selesai bicara, layar komputer Yang Hao tiba-tiba berubah, Lin Zijin keluar dari timnya.
Menghadapi kejadian tak terduga itu, Yang Hao langsung melongo.
Sesaat kemudian, Yang Hao yang tersadar, tak tahan ingin menampar mulutnya sendiri.
Untuk apa asal teriak?
Ini semua gara-gara mulut sialan sendiri.
Sekarang puas? Malah membuat orang kabur...
Yang Hao benar-benar sakit hati.
Ia merasa, kerja kerasnya selama sebulan ini akan sia-sia.
Sementara itu.
Para penonton di ruang siaran langsung malah tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, sudah kuduga, mana mungkin dewi mau menerima undanganmu."
"Kepencet, pasti kepencet, hahahaha..."
"Argh! Penipu, ganti keyboard-ku! Baru beli, air tumpah gara-gara ketawa."
"Aduh, sampai cola tahun 82-ku muncrat keluar."
Melihat cemoohan para penonton, Yang Hao jadi sangat kesal.
Jangan lupa, dia itu pemimpin mereka, tapi malah dicemooh hanya karena hal sepele begini.
Ditolak Zijin, apa itu memalukan?
Sejak kecil sampai besar, sudah entah berapa kali ia ditolak oleh Lin Zijin.
Tapi apakah ia gentar?
Tidak!
Ia masih terus mencoba.
Terus mencoba...
Tadi sempat merasa sedih melihat komentar di siaran, tapi ia segera bisa menyesuaikan diri.
Tanpa kemampuan pulih yang kuat, bagaimana bisa mengejar istri?
Jangan lupa, ia itu seperti kecoa yang tak bisa mati.
Saat Yang Hao selesai menenangkan diri, tiba-tiba muncul undangan tim yang membuat jantungnya berdegup kencang.
"Qingqing Zijin!"
ID ini, seumur hidup Yang Hao takkan pernah lupa.
Tanpa ragu sedikit pun, dengan kecepatan tangan lajang dua puluh satu tahun, ia langsung menerima undangan dari Lin Zijin.
Begitu masuk tim, Yang Hao segera sadar, ini adalah mode empat orang.
Selain dia dan Lin Zijin, masih ada dua orang lain, dengan ID "Ling Xue" dan "Lu Qi".
Kedua ID itu dikenalnya, yakni Ling Xue'er dan Lu Ziqi.
"Halo, halo, bisa dengar suaraku?"
Menahan kegembiraan di hatinya, Yang Hao masuk ke ruang suara yang dibuat Lin Zijin, lalu bicara di kanal suara tim.
"Eh, suara ini, kok familiar banget!"
"Yu You Wo Xin, bukankah ini penggemar nomor satu Kak Zijin?"
Selain Lin Zijin, Ling Xue'er dan Lu Ziqi juga membuka ruang siaran mereka di Tomato TV. Begitu Lin Zijin menarik mereka masuk ke tim, lalu melihat Lin Zijin juga mengundang seorang pemain dengan ID "Yu You Wo Xin", mereka sempat terkejut.
Dan ketika mendengar suara Yang Hao, perasaan akrab itu makin terasa.
Sementara itu.
Di ruang siaran Lin Zijin, penonton yang sebelumnya mencemooh Yang Hao, melihat Yang Hao masuk lagi ke tim Lin Zijin, bahkan bersama Ling Xue'er dan Lu Ziqi, mendadak jadi bengong.
Para penggemar yang tadinya hanya menonton dan bercanda, ikut-ikutan bingung.
Apa sebenarnya yang sedang terjadi?
Tadi katanya kepencet?
Turun naik, berputar-putar, Yang Hao kembali ke dalam tim, membuat banyak penggemar langsung putus asa.
Dunia ini, sebenarnya bagaimana?
Jantung mereka tak sanggup lagi menahan...