Pertarungan Tuan Negatif Film
Para petugas keamanan yang ditempatkan oleh Kingpin di lembaga penelitian itu memang cukup baik, tapi “cukup baik” ini hanya berlaku bagi orang-orang biasa. Berbekal kecepatan luar biasa yang sukar dipahami, serta teknik bertarung yang kadang membingungkan dan kadang sederhana namun brutal, Rog hanya memerlukan sebilah kunai biasa untuk benar-benar menembus seluruh pertahanan di lantai satu bawah tanah institusi itu dan berhasil mencapai lantai dua bawah tanah.
Jika dibandingkan dengan lantai satu bawah tanah, lantai dua tidak menunjukkan banyak perbedaan yang mencolok. Satu-satunya perbedaan adalah jumlah personel tempur di lantai dua jauh melebihi lantai satu. Jika ini bukan sebuah lembaga penelitian, Rog bahkan akan mengira dirinya telah masuk ke markas rahasia kelompok teroris.
Begitu bayangannya muncul di lantai dua bawah tanah, peluru dari berbagai senjata langsung melesat ke arahnya. Rog masih bisa menghindari tembakan dari senapan otomatis dan pistol, namun di antara aksi menghindar, ia melihat beberapa petugas keamanan mengeluarkan peluncur roket RPG—senjata yang biasanya dipakai untuk menghancurkan bangunan atau kendaraan lapis baja.
Apakah mereka sudah gila? Tidakkah mereka khawatir ledakan akan menyebabkan reaksi berantai dan mengubur seluruh lantai dua bawah tanah?
Ledakan bertubi-tubi terjadi di tempat Rog berdiri beberapa saat sebelumnya. Suara dentuman hebat menggema ke seluruh lantai bawah tanah itu.
Awalnya Rog tidak berniat menggunakan jurus ninja pada petugas keamanan biasa seperti ini, namun kegilaan mereka membuatnya mengubah keputusan. Jika dibiarkan terus, hanya tinggal menunggu waktu sebelum lantai dua benar-benar runtuh.
Mantra Pembekuan! Kilatan Tubuh!
Hampir tanpa jeda sedikit pun, Rog langsung melancarkan dua teknik ninja tersebut. Dalam sekejap, tubuhnya sudah berada di hadapan para petugas yang kini tak mampu bergerak, dan kunai di tangannya melayang seperti sabit malaikat maut, menggores leher mereka satu per satu.
Ketika ia mengibaskan darah yang menodai kunainya, di belakangnya telah berserakan puluhan mayat di berbagai sudut ruangan.
"Orang-orangmu hampir habis. Kau benar-benar tak mau turun tangan?" tanya Tuan Negatif sambil melirik layar pengawas di sampingnya, nada suaranya santai.
"Mereka bukan anak buahku. Tugasku hanya memastikan tak ada seorang pun yang masuk ke laboratorium ini. Soal lain bukan urusanku!" jawab Bullseye, yang berdiri di depan sebuah laboratorium sibuk.
Laboratorium itu seolah berada di dimensi yang sama sekali berbeda. Apa pun yang terjadi di luar, tak membuat para peneliti di dalamnya menghentikan eksperimen. Lebih dari sepuluh peneliti berjubah putih sedang menyuntikkan serum ke tubuh tikus-tikus putih, lalu mengamati perubahan pada masing-masing hewan percobaan itu.
Di atas sebuah meja, tergeletak belasan potongan tulang putih, dan di sampingnya berjejer beberapa botol cairan berwarna-warni dengan nomor urut yang sudah ditempel.
"Kalau kau tak berniat bertindak, biar aku yang keluar dan bersenang-senang," kata Tuan Negatif tanpa menoleh lagi, lalu melangkah pergi. Ia ada di sana hanya karena undangan Kingpin. Tentang apa sebenarnya yang sedang dilakukan Kingpin di tempat itu, ia tidak terlalu peduli. Yang penting baginya hanya satu, yakni kapan Kingpin menepati janji untuk membantunya memusnahkan geng Hammerhead.
Setelah menyingkirkan para petugas keamanan yang terkesan gila itu, Rog akhirnya sampai ke pusat lantai dua bawah tanah, dan di sanalah ia bertemu Tuan Negatif yang baru saja keluar.
Saat pertama melihat Tuan Negatif, Rog sempat tertegun. Setelah mengingat beberapa saat, akhirnya ia ingat siapa sosok itu. Meskipun Tuan Negatif tergolong penjahat super, ia bukan tokoh yang terkenal. Dalam ingatan Rog, selain pernah berseteru kecil dengan Manusia Laba-laba, kiprahnya tak jauh berbeda dengan bos geng biasa.
Begitu melihat Rog, Tuan Negatif tak berkata sepatah kata pun. Ia langsung memanifestasikan energi negatif menjadi sebilah pedang energi, lalu melayangkan beberapa tebasan ke arah Rog.
Sekilas, gerakan Tuan Negatif tampak acak, tapi setiap ayunannya memancarkan gelombang energi negatif yang melesat ke arah Rog, persis seperti gambaran pedang energi dalam kisah silat Timur. Namun bagi Rog, yang bahkan mampu menghindari peluru, serangan energi negatif tersebut bukan masalah berarti.
Saat Rog dengan mudah menghindari gelombang energi itu, tiba-tiba tubuh Tuan Negatif memancarkan energi negatif yang sangat kuat. Energi itu menyebar cepat ke seluruh penjuru ruangan, membentuk serangan melingkar tiga ratus enam puluh derajat.
Daya rusaknya memang tidak besar, tapi kecepatannya luar biasa. Rog harus berulang kali menggunakan Kilatan Tubuh untuk keluar dari jangkauan serangan tersebut.
Sejak mengenali lawannya adalah Tuan Negatif, Rog sudah sangat waspada. Membentuk senjata dari energi negatif bukanlah hal yang mengkhawatirkan baginya.
Yang benar-benar menakutkan dari Tuan Negatif adalah kemampuannya menyalurkan energi negatif untuk memicu emosi gelap dalam diri target secara instan—membuat seseorang yang semula taat dan baik hati seketika berubah menjadi kacau dan jahat.
Rog memang tidak menganggap dirinya orang baik, tapi ia juga tidak ingin emosinya dipengaruhi oleh energi negatif itu.
Teknik Meriam Air dan Besi!
Tanpa ragu sedikit pun, Rog mengangkat tangan kanannya dan melancarkan teknik Meriam Air dan Besi ke arah Tuan Negatif.
Meskipun energi negatif adalah kemampuan andalan Tuan Negatif, kekuatan fisiknya sendiri juga tak bisa diremehkan. Menghadapi serangan tiba-tiba dari Rog, ia melompat ke depan tanpa memedulikan penampilannya, menghindari peluru cairan, dan membalas dengan beberapa kali tebasan pedang.
Energi negatif yang ia lepas belum sempat mengenai Rog, karena tubuh Rog sudah menghilang dari lorong itu. Gelombang energi negatif menghantam dinding di belakang, meninggalkan retakan-retakan yang sangat jelas.
Saat Tuan Negatif mengira Rog telah mundur, tiba-tiba sosok Rog muncul di ujung lorong dan melesat ke arahnya seperti kilat. Dengan Kilatan Tubuh, Rog melompati jarak puluhan meter dan kini hanya berjarak dua atau tiga meter di depan Tuan Negatif.
Namun sebelum ia sempat bergerak lebih jauh, kembali energi negatif meledak dari tubuh Tuan Negatif.
Dor!
Rog yang terkena energi negatif itu tiba-tiba berubah menjadi asap lalu menghilang. Tuan Negatif belum sempat bereaksi, sudah muncul Rog lain yang berlari dari ujung lorong dan tiba di hadapannya pada jarak yang sama. Kali ini, Tuan Negatif tidak lagi meledakkan energi negatif, melainkan mengangkat pedang energi negatif di tangannya.
Dor!
Rog yang terkena pedang itu kembali berubah menjadi asap dan lenyap. Belum sempat ia menurunkan pedang, muncul Rog ketiga dari lorong, sekali lagi berada dua atau tiga meter di depannya. Tanpa ragu, Tuan Negatif kembali meledakkan energi negatif hingga Rog itu pun menghilang dalam bentuk asap.
Dalam waktu singkat, ia sudah dua kali memaksa ledakan energi negatif, membuatnya langsung merasa lelah. Namun pada saat itu, Rog keempat kembali melesat keluar dari lorong.