Bola Spiral
Orang tua bertongkat yang sejak tadi menunggu peluang untuk membalas serangan, kali ini tak ragu sedikit pun. Ia segera mengayunkan tongkatnya ke arah Rog. Serangannya datang tanpa peringatan. Saat tongkat panjang yang penuh bekas sabetan pedang samurai itu hampir mengenai kepala Rog, Rog menangkisnya dengan setengah bilah pedang samurai yang masih tersisa di tangannya.
Namun, dari pedang yang patah itu, Rog tak merasakan ada kekuatan apa pun. Serangan tadi ternyata hanyalah tipuan. Begitu Rog hendak menahan tongkat itu, orang tua bertongkat itu dengan sigap menarik kembali tongkatnya dan mundur sejauh lima atau enam meter.
Setelah pertempuran yang tadi nyaris membuat pikirannya tak sanggup mengikuti, kini orang tua bertongkat itu menyimpan trauma terhadap Rog. Ia lebih memilih melepas kesempatan serangannya dan mengambil jarak, memberinya ruang yang cukup untuk memanfaatkan keunggulan tongkat panjangnya.
Rog kali ini tidak mengejar seperti sebelumnya. Setelah pedang samurainya patah, gairah bertarung yang semula mulai membara pun seketika padam. Ia tak lagi punya semangat seperti tadi.
Perasaan ketika sedang bersemangat lalu tiba-tiba terputus oleh sesuatu yang tak terduga, sungguh tak enak. Rog hanya bisa menghela napas pelan dengan nada pasrah.
Beberapa hal, bila sudah terputus, tak akan bisa mengembalikan perasaan yang sama seperti semula.
Karena itu, kali ini ia pun tak berniat lagi melanjutkan pertarungan dengan orang tua bertongkat itu.
“Kau boleh pergi. Sampai di sini saja untuk malam ini.”
Sambil berkata demikian, Rog melemparkan sisa pedang samurainya begitu saja, lalu berbalik dan pergi tanpa sedikit pun memedulikan apakah orang tua bertongkat itu akan menyerangnya dari belakang.
Andai orang tua bertongkat itu benar-benar melakukannya, ia akan membuatnya merasakan apa arti kekuatan ninjutsu.
Meski sedikit tidak senang dengan nada bicara Rog, pada akhirnya orang tua bertongkat itu menyimpan kembali tongkatnya dan menghilang di ujung gang yang gelap.
“Kalau lain kali kau mengalami hal seperti ini lagi, bilang saja padaku. Bagaimanapun juga sekarang kau sudah jadi anggota kantor. Siapa yang mencari masalah denganmu, berarti mencari masalah dengan kantor.”
Selesai berkata, Rog langsung menggunakan teknik Kilat Dewa, menghilang di depan mata Erika.
Walau pertarungannya dengan orang tua bertongkat itu tidak berjalan lama, tenaganya tetap terkuras cukup banyak. Kalau saja ia tidak terus memperkuat tubuhnya dengan chakra, ia tak akan mungkin sanggup mempertahankan serangan sekuat dan secepat tadi.
Seharian berlatih Bola Spiral saja sudah banyak menguras energinya. Ditambah lagi dengan pertarungan barusan, kini ia berada pada titik terlemah sepanjang hidupnya.
Andai si Penghukum menyerang sekarang, hari ini benar-benar akan terasa sangat penuh baginya.
Demi keselamatan, ia pun menjalankan teknik Indra Chakra, diam-diam mencari tahu di mana keberadaan si Penghukum saat ini.
Tanpa menyadari, ketika ia merasakan posisi si Penghukum, sebersit keheranan muncul di wajahnya.
Kenapa dia ada di sana?
Si Penghukum Frank ternyata belum meninggalkan New York. Saat ini ia berada di atap sebuah gedung, gedung yang belum lama ini pernah Rog kunjungi—Gedung Fisk.
Rog sempat mengira si Penghukum hendak menyerang Raja Kejahatan, tapi setelah ia merasakan situasi di dalam gedung, ternyata Raja Kejahatan tidak berada di sana.
Sebagai seorang profesional, si Penghukum jelas tak akan melakukan kesalahan intelijen serendah itu.
Jika Raja Kejahatan tidak di sana, berarti target si Penghukum kali ini bukan dia.
Walaupun di Gedung Fisk masih banyak orang, Rog tak menemukan siapa pun yang menarik perhatian di dalamnya.
Mungkin saja si Penghukum hanya ingin menikmati angin malam di atas atap Gedung Fisk. Kemungkinannya memang kecil, tapi bukan berarti mustahil.
……
Keesokan paginya, setelah bangun tidur, Rog tidak pergi ke kantor, melainkan tetap di rumah untuk melanjutkan pelatihan tahap keempat Bola Spiral.
Selama Tony belum membayar upah tugasnya, ia tidak bisa menerima tugas lain, jadi tak ada alasan juga baginya untuk pergi ke kantor.
Ternyata, tahap keempat pelatihan ini lebih sulit dari yang ia bayangkan.
Setelah dua hari berturut-turut berlatih di rumah, akhirnya ia berhasil menyelesaikan tahap itu dan benar-benar menguasai ninjutsu tanpa segel yang sangat potensial ini.
Bola Spiral hanyalah permulaan. Apa yang ia inginkan, tentu bukan cuma Bola Spiral.
Setelah menghilangkan Bola Spiral yang terus berputar di tangannya, ia membuka panel atribut miliknya.
Nama: Rog
Profesi: Ninja
Bakat: Ninjutsu tanpa segel, Chakra tujuh atribut
Keturunan khusus: Sharingan tiga tomoe
Ninjutsu: Teknik Pengganti, Teknik Kilat, Teknik Pengikat, Klon Bayangan, Kilat Dewa, Indra Chakra, Bola Spiral (belajar sendiri)
Petir: Seribu Burung
Api: Api Besar Pemusnah
Air: Teknik Meriam Air
Genjutsu: Langkah dalam Kegelapan
Stamina Chakra: 5 unit
Koin Ninja yang belum terpakai: 25
Pada panel atributnya, kini muncul Bola Spiral. Karena dipelajari sendiri, sistem memberi keterangan khusus di belakangnya.
Namun, perhatian Rog tidak bertahan lama di panel atribut itu. Ia segera membuka halaman pertukaran sistem dan menemukan targetnya.
[Bola Spiral Besar] [Bola Spiral Super] [Angin: Bola Spiral] [Angin: Shuriken Spiral] [Angin: Bola Shuriken Spiral Super] [Bola Spiral Planet] [Seni Dewa: Bola Spiral] [Seni Dewa: Angin: Shuriken Spiral] ….
Di halaman pertukaran terdapat berbagai ninjutsu Bola Spiral, dan harganya kini sedikit lebih murah dari sebelumnya.
Sama seperti saat ia sudah memiliki Sharingan tiga tomoe, harga Mangekyo Sharingan pun turun. Dalam hal harga pertukaran, sistem ini memang adil.
Asalkan syarat awal sudah dipenuhi, maka harga pertukaran berikutnya akan disesuaikan.
Semua ninjutsu Bola Spiral di halaman itu memang sangat menggiurkan, tapi Rog tak punya niat menukarnya.
Alasannya sederhana, saat ini ia tidak punya cukup koin ninja.
Bahkan kalau pun ia punya, ia tidak akan memprioritaskan ninjutsu Bola Spiral.
Apakah Mangekyo Sharingan tidak cukup hebat? Atau Mokuton milik Hashirama kurang kuat…?
Kecuali koin ninja sudah melimpah ruah, ia tidak akan mempertimbangkan menukar ninjutsu Bola Spiral itu.
Keberhasilan menguasai Bola Spiral dengan lancar membuatnya melihat kemungkinan lain, yakni mengembangkan ninjutsu sendiri.
Saat menukar Seribu Burung, keinginan untuk mengembangkan dan mempelajari ninjutsu sendiri belum sekuat sekarang.
Namun setelah berhasil menguasai Bola Spiral secara otodidak, ia merasa mengembangkan dan mempelajari ninjutsu sendiri mungkin akan menjadi jalan utama untuk menguasai jurus-jurus baru di masa depan.
Sedangkan koin ninja, lebih baik ia simpan untuk menukar hal-hal yang tak bisa didapat lewat belajar, seperti keturunan khusus.
Misalnya Mokuton milik Hashirama, Mangekyo Sharingan Abadi, hingga Chakra Ekor Sembilan…