Zhao Qiang, um mercenário, foi morto por um ataque de drone, mas inesperadamente renasceu em um mundo diferente. Seus pais estavam mortos e ele se tornou um genro que foi morar na casa da esposa, mas
"Di mana ini?"
"Aku... aku tidak mati karena ledakan?"
Zhao Qiang membuka matanya, penuh kebingungan saat melihat dirinya terbaring di atas ranjang bergaya klasik yang beraroma kayu tua.
Dia adalah seorang tentara bayaran. Barusan, ia sedang bersembunyi di medan perang, menunggu musuh lewat. Tiba-tiba, terdengar suara dengungan, dan ketika menoleh, ia melihat sebuah drone kecil melaju cepat ke arahnya dengan granat tergantung di bawahnya.
Tak diragukan lagi, seharusnya nasibnya adalah tewas dalam ledakan itu.
Namun, kenyataannya, ia terbangun tanpa luka sedikit pun di tempat asing ini.
Jangan-jangan... ia telah melintasi dunia?
Sesaat kemudian, suara perempuan yang dingin terdengar, "Kau sudah sadar?"
Zhao Qiang menoleh penuh tanda tanya. Ia melihat seorang wanita muda berpakaian merah, wajahnya bersolek indah, tubuhnya ramping memesona, tengah duduk di meja ruang tamu klasik dan menyesap teh.
"Siapa kamu?"
Ia bertanya.
Tiba-tiba, kepalanya terasa nyeri sejenak, lalu serangkaian ingatan asing membanjiri benaknya.
Ternyata benar, ia memang telah berpindah ke dunia lain.
Dunia ini bernama Dinasti Daxia, dan ia kini menjadi seorang menantu yang tinggal di rumah istri.
Kemarin adalah hari pernikahannya, namun malam pertama pernikahan berubah menjadi duka saat ia mendapat kabar bahwa kedua orang tuanya tewas di tangan suku Xiongnu yang menyerbu ke selatan. Ia begitu berduka hingga pingsan.
Dan wanita berpakaian pengantin itu adalah istrinya, Mu Qianqian, putri ke