Bab 114: Menunduk, Meminta Maaf
Selina berdiri di depan pintu dengan wajah dingin, terengah-engah.
Ia baru saja naik melalui tangga karena lift sedang rusak. Lantai delapan, dengan sepatu hak tinggi yang ia kenakan, ia menapaki satu per satu anak tangga. Tumitnya sampai lecet.
Sebenarnya ia pun tidak ingin berada di sini. Liang Chao telah memberikan perintah mutlak: entah ia membawa Meng Ning kembali, atau ia harus angkat kaki dari perusahaan.
Saat melihat ayah dan anak keluarga Qin bersikap sangat hormat kepada Meng Ning, Selina pun merasa cemas. Setelah bergelut dengan batinnya, barulah ia menanggalkan harga diri dan menelepon Meng Ning.
Sayangnya, Meng Ning sudah memblokirnya sejak lama. Telepon tidak tersambung, begitu pula dengan WeChat-nya.
Selina meminta Ye Su untuk menelepon, namun Ye Su hanya berkata, "Siapa yang mengusirnya, dialah yang harus menjemputnya kembali."
Di balik Ye Su ada keluarga Ye yang berpengaruh. Selina berani marah namun tak berani mengucapkannya. Akhirnya, ia pergi ke bagian personalia untuk mencari alamat rumah Meng Ning, barulah ia datang secara pribadi.
Selina berdiri di depan pintu dengan tatapan tajam seolah ingin menelan orang. Meng Ning tampak kebingungan, "Selina?"
Selina menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu berkata, "Bereskan barang-barangmu, ikut aku kembali bekerja."
"Bekerja?" Meng Ning terkejut. "Bukankah aku sudah dipecat? Bekerja sebagai apa?"
Seketika, Meng Ning teringat ucapan Fu Tingxiu tadi. Pria itu mengatakan bahwa pihak perusahaan akan datang memintanya kembali, dan ternyata itu benar-benar terjadi.
Terlebih lagi, yang datang adalah Selina, kepala desainer perhiasan yang angkuh dan selalu meremehkannya. Apakah mulut Fu Tingxiu benar-benar bertuah?
Meng Ning benar-benar bingung, namun di mata Selina, itu tampak seperti sikap jual mahal yang sengaja dibuat untuk menyulitkannya.
Selina memasang wajah masam, "Meng Ning, aku sudah datang secara pribadi untuk memintamu kembali, apa lagi yang kau inginkan?"
Selina menjulurkan kepala untuk mengintip ke dalam ruangan. Perabotan di dalamnya sangat sederhana namun terasa nyaman. Ini adalah apartemen tiga kamar di kompleks perumahan yang tidak terlalu mewah, hanya biasa saja.
Dengan lingkungan tempat tinggal seperti ini, mana mungkin ia adalah orang penting?
Selina merasa ragu. Meng Ning tidak memiliki latar belakang yang istimewa, lalu mengapa ia bisa membuat keluarga Qin datang meminta maaf dan menundukkan kepala, serta membuat Liang Chao mengeluarkan perintah mutlak agar ia kembali?
Meng Ning mengernyit. Sikap macam apa ini? Apakah dirinya orang yang bisa dipanggil sesuka hati?
"Selina, pekerjaan sebagai asisten desainer ini bukanlah sesuatu yang harus aku lakukan. Kumohon, pergilah."
Setiap orang punya harga diri. Meskipun ia tidak tahu mengapa Selina datang menjemputnya, apakah sikap seperti ini adalah cara untuk meminta seseorang kembali?
"Kau..." Selina menahan amarah yang meluap-luap, namun ia tetap menekannya. "Meng Ning, surat pengunduran diri yang kau ajukan belum ditandatangani oleh atasan, jadi belum berlaku. Kau masih karyawan perusahaan. Aku berharap kau bisa ikut kembali bekerja. Soal memintamu pergi ke Aula Wanxi, itu adalah kurangnya pertimbanganku. Aku bersedia meminta maaf atas ucapanku sebelumnya."
Sikap ini jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Meng Ning terperangah. Mengapa matahari seolah terbit dari barat setiap hari? Kemarin ayah dan anak keluarga Qin datang meminta maaf, hari ini Selina pula yang datang.
Keberuntungan macam apa yang ia dapatkan? Bagaimana mungkin ia yang hanya orang kecil bisa membuat orang-orang ini menundukkan kepala?
Meng Ning bertanya dengan ragu, "Aku tidak salah dengar, kau meminta maaf padaku?"
Dunia ini terasa begitu ajaib. Mengapa ia merasa seolah memiliki kekuatan magis, di mana setiap masalah yang ia temui dapat terselesaikan dengan sempurna?
Selina menggertakkan gigi, "Aku meminta maaf atas kecerobohanku sebelumnya. Aku harap kau bisa kembali bekerja."
Setelah kata-kata itu terucap, Meng Ning benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi. Ia adalah orang yang berhati lembut, ia bisa bersikap keras pada orang yang keras, namun jika orang lain berbicara dengan lembut, ia tidak tega untuk menolak.
Meng Ning berpikir sejenak lalu berkata, "Kau tidak akan memintaku kembali hanya untuk mempersulitku lagi, kan?"
Selina mengeluarkan kata-kata dari sela giginya, "Mana berani aku. Lagipula kau dilindungi oleh Direktur Liang, mana berani aku mempersulitmu."
Mendengar nama Direktur Liang, Meng Ning baru mengerti apa yang terjadi. Tadi Fu Tingxiu mengatakan bahwa ia memiliki hubungan dengan Liang Chao. Sepertinya Fu Tingxiu telah menemui Liang Chao secara pribadi.
Soal pemecatan itu pun tidak pernah ia ceritakan sebelumnya, namun ia tidak menyangka Fu Tingxiu telah mengatur segalanya dengan begitu detail untuknya.
"Kalau begitu, aku akan berganti pakaian dulu."
Meng Ning tidak banyak bicara lagi. Karena Fu Tingxiu sudah membukakan jalan sejauh ini, ia tentu harus kembali bekerja.