Maaf, saya tidak menemukan teks yang perlu diterjemahkan. Mohon kirimkan teks novel yang ingin diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pada bulan Juli 2012, aku mengikuti tim penelitian kakekku ke Lembah Bambu Hitam di Sichuan untuk mengumpulkan data sejarah kuno Suku Yi. Kakekku adalah seorang ilmuwan ternama di Akademi Ilmu Pengetahuan, ahli paleontologi, yang telah memberikan banyak kontribusi besar dalam dunia akademik. Ia bersama beberapa anggota tim profesional masuk ke Lembah Bambu Hitam untuk melakukan penelitian, sedangkan aku, sebagai mahasiswa tingkat tiga yang sedang magang, berkat hubungan kakekku, hanya bertugas membantu tim dengan mencatat temuan mereka tiap hari di komputer dan mengirimkannya kembali ke akademi untuk dianalisis.
Penginapan tempatku tinggal adalah sebuah losmen kecil milik warga lokal Suku Yi, letaknya dekat dengan pegunungan, suasananya kuno dan penuh nuansa tradisional, udaranya sangat segar. Pemiliknya seorang pemuda Suku Yi bernama Azhuo, berwajah sawo matang dan ketika tersenyum menampakkan deretan gigi putih yang sangat ramah. Saat senggang, aku sering mengobrol dengannya untuk mengetahui adat istiadat lokal, atau lebih sering berdiri di balkon lantai enam menatap pemandangan pegunungan di kejauhan sambil berjemur.
Lembah Bambu Hitam terbentuk dari dua rangkaian pegunungan yang membentang utara-selatan, membentuk sebuah jurang yang dalam dan sunyi. Karena Sichuan terkenal sejak dulu dengan hujan yang sering turun, vegetasi di lembah tumbuh sangat lebat, sampai-sampai sulit untuk berpijak. Pohon-pohon besar tumbuh berhimpitan di jurang sempit itu, saling berebut cahaya matahari, sehingga semuanya tumbuh tinggi dan kokoh, banyak yang tingginya lebih dari t