Keberanian Dinasti Song

Keberanian Dinasti Song

Penulis: Da Luoluo
27ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Akhir tahun ketujuh Era Xuanhe Dinasti Song. Pasukan kavaleri besi Kerajaan Jin melaju cepat ke selatan di tepi utara Sungai Kuning. Ibu kota Tokyo Bianliang kini berada di ambang kehancuran, layaknya

Bab Satu: Sang Raja Menjadi Gila (Mohon simpan, mohon rekomendasi, mohon dukungan)

Sejak masih kecil, Zhaokai sering bermimpi dirinya berubah menjadi orang dari masa lampau. Ia hidup di sebuah rumah megah nan mewah, dikelilingi oleh banyak pelayan dan dayang yang siap melayani segala kebutuhannya. Hidupnya begitu nyaman—hanya perlu membuka mulut untuk makan, dan mengulurkan tangan untuk mengenakan pakaian. Bahagia, atau mungkin lebih tepatnya, kehidupan yang penuh kemerosotan.

Ia pernah menceritakan gambaran dalam mimpinya kepada nenek tua yang membesarkannya. Namun, sang nenek pun tak tahu apa yang terjadi, hanya bisa menggunakan kepercayaan lama untuk menjelaskan. Katanya, mungkin Zhaokai waktu reinkarnasi minum ramuan penenang jiwa yang tercampur air, sehingga tidak benar-benar melupakan kehidupan sebelumnya, itulah sebabnya ia kerap bermimpi.

Kadang Zhaokai berpikir: Apakah aku dulunya memang anak pejabat feodal yang kaya raya? Melihat kemewahan rumah dalam mimpi, ayahnya tampak seperti pejabat besar yang kaya raya—kemungkinan besar juga seorang koruptor... Sungguh membuat orang iri!

Namun, yang paling didambakan Zhaokai bukanlah kemerosotan kehidupan bangsawan feodal, melainkan sosok ayah dalam mimpi yang sangat menyayanginya, seorang pejabat besar. Ia tak tahu persis jabatan ayahnya, hanya tahu para pelayan dan dayang memanggil ayahnya “Tuan Besar”. Ayahnya begitu memanjakan dirinya sampai pada titik apapun yang ia inginkan selalu dipenuhi.

Kadang Zhaokai berpikir: Tuan Besar itu memang bukan pejabat baik, tapi sebagai ayah, ia sungguh luar biasa!

Di dunia nyata, Zhaokai adalah seorang remaja yang ditinggal orang tua

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait